Memenuhi Kebutuhan Gizi Si Picky Eater
- KIKI & MONA

- May 23, 2019
- 2 min read
Hayo, siapanih yang suka pilih-pilih makan alias picky eater. Kali ini Kiki-Mona dapat kesempatan spesial untuk berkolaborasi dengan Kak Puci (Puteri Aisyaffa,S.Gz, RD) membahas picky eater lebih dalam. Kak puci merupakan seorang ahli gizi lho teman-teman! Yuk langsung aja kita baca artikelnya dari Kak Puci.

Apa itu Picky Eater?
Meskipun tidak ada definisi yang konsisten tentang “picky eating”, istilah ini umumnya digunakan untuk mengkarakterisasi anak-anak yang makan dalam jumlah terbatas, memiliki preferensi makanan yang kuat, memiliki asupan yang terbatas (terutama sayuran), dan yang tidak mau mencoba makanan baru.
Bagaimana Ciri Anak si Picky Eater?
Berdasarkan penelitian, perilaku khas yang paling umum dari picky eater yaitu:
Tidak mau makanan biasa
Menolak makanan, terutama buah dan sayuran
Makan permen atau makanan ringan alih-alih makanan utama yang bergizi
Tidak mau mencoba makan baru
Minum susu yang berlebihan
Hanya menerima beberapa jenis makanan
Picky eater juga memiliki presentase rata-rata berat badan, tinggi badan dan indeks massa tubuh (IMT) yang secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan anak non pickyeater (yang tidak pilih-pilih makan).
Pada anak picky eater juga diketahui bahwa secara signifikan memiliki aktivitas fisik yang rendah, kondisi konstipasi dan terserang penyakit menular yang cukup sering jika dibandingkan dengan non-picky eater.
Apa Dampak picky eating?
Minum susu berlebih adalah perilaku yang umum ditemukan pada anak picky eater. Perilaku ini bisa berdampak pada menurunnya nafsu makan sehingga asupan energinya menjadi tidak memadai. Suatu penelitian di Inggris, berdasarkan kuesioner yang diisi oleh orang tua ketika anak-anak mereka berusia 30 bulan, menunjukkan bahwa makan varietas terbatas dan lebih suka minuman daripada makanan adalah perilaku masalah yang paling umum.
Studi ini juga menemukan bahwa masalah makan tersebut menyebabkan kenaikan berat badan selama 2 tahun pertama dan 11,1% mengalami penurunan berat badan.
Para peneliti menyimpulkan bahwa penurunan berat badan lebih sering terjadi pada orang yang pilih-pilih serta minum susu yang berlebihan dapat menjadi penyebab nafsu makan rendah pada waktu makan. Selain itu, terdapat korelasi antara perilaku picky eating dengan perkembangan dan aktivitas fisik yang lebih rendah pada anak-anak prasekolah.
Perilaku makan yang pilih-pilih memiliki potensi untuk menyebabkan gangguan nutrisi seumur hidup seperti obesitas pada masa kanak-kanak atau diabetes dini.
Apa yang bisa dilakukan terhadap anak yang picky eating?
Orang tua dapat mengajak anak untuk memilih diantara beberapa makanan sehat ( misal dengan bertanya, ingin kacang polong atau wortel untuk makan malam)
Mengajak anak untuk membantu dalam menyiapkan makanan di rumah (misalnya mencuci buah-buahan dan sayur-sayuran, mengaduk bahan makanan), sebagai metode untuk mendukung pengembangan kebiasaan makan sehat anak-anak.
Menjadi contoh yang baik untuk anak. Pengaruh keluarga dan lingkungan sangat berdampak pada pemilihan makan anak. Anak cenderung akan mengikuti kebiasaan makan orang tua yang biasa dilihat anak di rumah sehari-harinya.




Comments