top of page

Menanamkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada Anak

  • Writer: KIKI & MONA
    KIKI & MONA
  • May 19, 2019
  • 2 min read

Updated: May 23, 2019

"Our children's health and well-being are dependent on our commitment to promoting food access and good eating habits at home, at school and in the community." Rod Blagojevich
Perilaku hidup bersih dan sehat harus dimulai sejak masa anak-anak. Menerapkan perilaku agar menjadi suatu pola/kebiasaan berulang dalam hidup, bukanlah suatu pekerjaan yang mudah dan dapat dilakukan dalam waktu singkat.

Menurut Skinner (1938) seorang ahli psikologi, suatu perilaku timbul sebagai bentuk respons terhadap adanya stimulus/ rangsangan dari luar. Perilaku Kesehatan juga dipengaruhi oleh adanya karakteristik individu, tingkat pengetahuan, sikap, tokoh masyarakat dan ketersedian sarana. Perilaku tersebut terbentuk melalui suatu proses dalam interaksi manusia dengan lingkungan. Proses adopsi perilaku menurut Rogers (1974) akan melalui beberapa tahapan, diantaranya

  • Awareness (kesadaran), ketika seseorang menyadari adanya stimulus

  • Interest (ketertatikan), ketika seseorang tertarik dengan stimulus tersebut

  • Evaluation, mempertimbangkan baik-buruknya stimulus tersebut terhadap dirinya.

  • Trial, ketika seseorang mulai mencoba menerapkan respons terhadap stimulus tersebut.

  • Adoption, seseorang yang telah menerapkan perilaku atas dasar pengetahuan, kesadaran, dan sikap terhadap suatu stimulus.

Children are great imitator. So give them something great to imitate.

Menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat pada anak dimulai dengan memberikan stimulus berupa menjadi contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Membiasakan diri untuk selalu cuci tangan dengan sabun, mandi sehari dua kali, gosok gigi 30 menit setelah sarapan dan sebelum tidur, konsumsi buah dan sayur, aktivitas fisik setiap hari bisa dicontohkan pada anak. Anak adalah peniru terbaik, maka dari itu kita juga harus menjadi contoh terbaik untuk anak.


Perkembangan otak manusia paling pesat terjadi pada masa anak-anak, terutama 1000 hari pertama kehidupan. 1000 hari pertama kehidupan ini berlangsung dimulai saat terjadinya pembuahan sampai anak berusia kurang lebih 2 tahun ,masa ini dikenal juga sebagai golden periode. Pada golden periode ini perkembangan otak mencapai berat 80% dari otak dewasa, bisa dibayangkan betapa pesatnya. Usia 0-5 tahun juga merupakan masa-masa yang penting untuk anak belajar. Anak terlahir dengan 100 miliar neuron, namun belum sepenuhnya "matang". Singkatnya neuron merupakan sel saraf yang berfungsi mengahantarkan informasi ke otak. 20% neuron akan "matang", teraktivasi dan semakin berkembang melalui stimulus yang diberikan saat pembelajaran. Susunan saraf pusat memegang peranan penting dalam pembentukan perilaku manusia.


Memberikan stimulus perilaku hidup bersih dan sehat pada anak, selain dengan menjadi contoh yang baik adalah melibatkannya dalam proses pembelajaran yang menyenangkan. Hal ini juga akan berpengaruh pada perkembangan neuron anak. Beritahu anak hal-hal penting apa yang harus dilakukan agar membuat tubuh selalu sehat juga dampak apabila tidak menjaga dan mencintai kesehatan diri. Proses pembelajaran ini bisa dengan membacakan buku cerita bertemakan kesehatan pada anak (tunggu buku cerita dari Kiki dan Mona ya ;P), memberitahu kandungan makanan dan manfaatnya dengan kegiatan asyik di dapur, ataupun mempelajari langkah-langkah yang baik dan benar dalam cuci tangan dan gosok gigi dalam praktik sehari-hari. Dengan kata lain, memberikan stimulus pada anak, selain menanamkan PHBS juga akan merangsang perkembangan otak dan menjadikannya suatu memori berharga.


Memberikan stimulus untuk berperilaku hidup bersih dan sehat pada anak akan menimbulkan ketertarikan pada anak untuk hidup lebih sehat, anak akan mencoba menerapkannya dan pada tahap akhir si anak akan mengadopsi perilaku hidup bersih dan sehat.

Menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat sedini mungkin, akan membuat anak semakin yakin untuk selalu hidup bersih dan sehat, menerapkan serta mengadopsi perilaku tersebut agar menjadi pola atau kebiasaan berulang sepanjang hidup. Hal ini akan berdampak pada kualitas hidup si anak ketika dewasa.

Comments


© 2023 by Salt & Pepper. Proudly created with Wix.com

bottom of page